Seminar Nasional Ekonomi Hijau & Keberlanjutan

Seminar Nasional Ekonomi Hijau

Malang — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajayana Malang (FEB UNIGA) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan: Peluang dan Tantangan Bagi Indonesia” di Aula Universitas Gajayana. Seminar ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan regulator untuk membahas arah kebijakan ekonomi hijau (green economy) serta perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Topik Utama

  • Kerangka kebijakan ekonomi hijau di Indonesia.
  • Implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor bisnis.
  • Peluang investasi hijau dan pembiayaan berkelanjutan.
  • Peran perguruan tinggi dan UMKM dalam transisi ekonomi rendah karbon.

Sesi Paparan dan Panel Diskusi

Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNIGA, Dr. Martaleni, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam kurikulum ekonomi dan bisnis. Para pemateri memaparkan studi tentang kebijakan transisi energi, pembiayaan hijau (green finance), serta praktik bisnis berkelanjutan di sektor UMKM, manufaktur, dan jasa keuangan.

“Ekonomi hijau bukan sekadar isu lingkungan, tetapi peluang strategis bagi Indonesia untuk menata ulang model pertumbuhan yang lebih inklusif dan berdaya saing.”

Antusiasme Peserta

Seminar dihadiri oleh dosen, mahasiswa, peneliti, dan perwakilan dunia usaha dari berbagai daerah. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan banyak pertanyaan terkait kesiapan UMKM dalam mengadopsi praktik berkelanjutan, peran pemerintah daerah, serta kompetensi baru yang dibutuhkan dunia kerja di era transisi hijau.

Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, FEB UNIGA berencana mengembangkan kelompok riset (research cluster) lintas program studi yang berfokus pada ekonomi hijau, ESG, dan keberlanjutan UMKM. Hasil seminar akan dihimpun dalam prosiding ilmiah dan menjadi rujukan bagi pengembangan mata kuliah pilihan terkait keberlanjutan di lingkungan FEB UNIGA.

Liputan: Humas FEB UNIGA · Dokumentasi: Tim Seminar Nasional FEB.

Comments